Berpangkal Niat, Berujung Tabiat
“Membaca itu membosankan, Kawan!”
Seberapa sering kamu mendengar kalimat ini? Atau jangan-jangan kamulah yang mengucapkannya barusan, heh? Kalimat yang berseliweran hingga nyaris dijadikan sebuah kelaziman generasi kita. Sebuah kebiasaan memang tidak bisa langsung dihidupkan secara mendadak, tanpa ba-bi-bu, tidak bisa. Tentu saja, kebiasaan lahir karena terbiasa. Apalagi kebiasaan membaca, waduh! Ini kudu dibangun dengan niat betul-betul dari nurani. Sebegitu banyaknya individu yang mengentengkan tabiat elok ini. Karena hanya duduk, diam, pegang buku dan membacanya, seolah tidak ada indikasi pekerjaan berat dan menghasilkan sama sekali.
Membaca memang tidak membutuhkan fisik yang terlalu berat. Tapi, membaca membutuhkan kekuatan otak untuk melakukannya. Ibarat pisau, jika sering diasah dengan baik dan teratur, maka akan selalu tajam dan siap untuk digunakan. Saat kita membaca, otak kita secara otomatis akan bergerak dan terasah, sehingga tanpa kita sadari akan menjadi tajam. Otak yang tajam inilah yang sangat dibutuhkan dalam menentukan arah perjalanan hidup kita ke depan.
Kamu pasti tidak asing dengan lagu "Sahabat Jadi Cinta". Cinta bisa lahir ketika kita sering berkomunikasi dengan mereka, ketika kita sudah menaruh afeksi terhadapnya, ketika perasaan nyaman dan tentram meringkus benakmu. Demikianlah arti membaca kala menjadi tabiatmu. Jadikan buku sebagai sahabatmu. Jika saat ini membaca masih belum akrab denganmu, maka langkah pertama adalah melakukan pendekatan. Mulai dengan bacaan ringan yang kamu sukai, apapun itu. Ketika sedang menunggu temanmu, ketika baterai ponselmu habis, ketika kamu bosan dan tidak ada yang bisa kamu lakukan: nah, coba ambil satu buku yang menarik perhatianmu. Kemudian ketika temanmu datang, simpan buku itu, baca kembali ketika sudah sampai rumah. Lakukan terus-menerus hingga kedekatan antara kamu dan bukumu mulai muncul. Hingga kamu merasa membaca adalah sebuah keharusan, hingga kamu menyadari bahwa membaca adalah kebiasaan yang menyenangkan.
Cinta dari nuranimu atas seluruh tulisan yang kamu baca adalah kekal. Maka, tidak ada kerugian sekecil apapun dari membaca, selama lektur yang menjadi acuanmu adalah perkara bermoral dan beretika.
Artikel ini ditulis berdasarkan:
https://pingkanhendrayana.blogspot.com/2020/08/nyalakan-kebiasaan-membaca-di-tengah.html?m=1

tanpa disadarii, aku juga jadii ngebacaa artikel inii full dari awal sampe akhir tanpa di skip. pembawaannyaa baguss banget, teruss ini betulan 'ngajak' pembaca buat terbiasa bacaa kan biasanyaa orang-orang lebih ke arah 'menyuruh' ketimbang mengajak. SUKAAA BANGET SAMA TULISANNYAA <3
ReplyDeleteMAKASIII BANYAAKKK TATAAA 😻😻
DeletePemilihan kosakatanya bagus bangetttt
ReplyDeleteMakasiii, senderr!
DeleteTulisannya bagus dan so good inspiration
ReplyDeleteThanksss, sender! 🕊️☁️🌷
Deletekata2nya enak dibaca, enggak kaku atau pun menggurui, lovee itt!!
ReplyDelete